Featured Post

Mahasiswa Pemasang Poster 'Garudaku Kafir' Menyesali Perbuatannya

Rektor Universitas Diponegoro, Yos Johan Utama, memerintahkan Dekan Fisip memproses penempel poster 'Garudaku Kafir.'

Edi Syahputra Bunuh Dua Anak Pejabat Abdya karena Kepergok Mencuri

Edi Syahputra (27) warga Kampung Lemah Burbana, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah berurusan dengan polisi karena melakukan aksi pembunuhan sadis di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Selasa (16/5/2017) malam.

Lepas Dari Gosip dengan Ayu Ting Ting, Kini Shaheer Sheikh Tertimpa Masalah yang Hebohkan India

Nama Shaheer Sheikh pernah menjadi perhatian netizen di Indonesia kala ia menjalin hubungan asmara dengan pedangdut Ayu Ting Ting.

Sungguh Sadis, Kurniawan Lakukan Ini Usai Disuruh Guru Ilmu Hitam Minum Darah

Pembunuhan sadis terjadi di Kampung Pasiran Jaya, Kecamatan Dente Teladas, Tulangbawang, Lampung, Rabu (17/5), sekitar pukul 04.30 WIB. Kurniawan alias Engkung tega membacok pamannya, Ujang Hermanto (45), hingga tewas.

Pria Ini Menjajal Rasakan Sakit Melahirkan, Begini Kondisinya setelah 20 Detik

Melahirkan mungkin menjadi saat-saat paling menyakitkan yang harus dilalui seorang wanita.

loading...
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 April 2017

Lorenzo Mulai Nyaman dengan Ducati

Lorenzo Mulai Nyaman dengan Ducati
Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

Austin - Jorge Lorenzo belum mampu meraih podium dalam tiga seri awal MotoGP musim ini. Namun, performanya besama Ducati di Amerika Serikat diklaim jauh lebih baik.

Lorenzo belum mampu mendapat capaian terbaiknya bersama Ducati musim ini. Pada seri pertama MotoGP 2017 di Qatar, mantan pebalap Movistar Yamaha itu cuma bisa menyelesaikan balapan di posisi 11.

Pada seri kedua yang berlangsung di Argentina, pria asal Spanyol itu memperoleh hasil yang lebih buruk. Lorenzo gagal finis setelah terjatuh di tikungan pertama selepas start.

Hasil-hasil mengecewakan Lorenzo bukan sekadar karena performa dirinya, namun ada faktor motor Ducati Desmosedici yang sejauh ini memang sulit untuk dikendalikan. Hal serupa juga pernah dialami Valentino Rossi saat jadi pebalap Ducati di tahun 2011 dan 2012.

Akan tetapi, usai balapan di Circuit of the America, Austin, Amerika Serikat, Minggu (23/4/2017), Lorenzo merasa 'kebersamaannya' dengan motor Ducati Desmosedici sudah lebih baik sekalipun cuma finis di posisi ke-9.

"Sekarang jauh lebih nyaman daripada di Qatar. Posisi saya di motor lebih natural, bahkan sedikit lebih baik dibandingkan di Argentina," kata Lorenzo seperti dikutip Crash.

"Yang paling penting merasa nyaman di atas motor dan untuk merasa alami. Juga untuk mampu menekan, serta masuk ke tikungan dengan kepercayaan diri dan positif. Balapan ini tidak sempurna, saya tetap di belakang Andrea, yang tahu betul tentang motor karena sudah lima tahun di tim. Sementara saya belum memahaminya," tuntas dia. (din/din)
Share:

Senin, 24 April 2017

Valentino Rossi Kena Penalti, Ini Penjelasan Race Director

Rossi saat melewati gravel. (Foto: Twitter Crash)
Rossi saat melewati gravel. (Foto: Twitter Crash)

AUSTIN Race Director MotoGP, Mike Webb, mengungkapkan alasan mengapa Valentino Rossi terkena penalti 0,3 detik saat mentas di Sirkuit Austin, Amerika Serikat. Webb menilai Rossi terkena hukuman karena memacu motornya dengan kecepatan tinggi saat memotong jalan.

Lantas, mengapa Rossi hanya mendapat hukuman penalti 0,3 detik meski terlihat jelas memotong jalan? Dalam pandangan Webb, Rossi tidak sengaja memotong jalan karena menghindari benturan dengan rider Tim Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco.

Webb mengatakan, jika Rossi sengaja memotong jalan, hukuman berat akan menimpa legenda balap asal Italia tersebut. Usai memotong jalan, Rossi memang berhasil mendekatkan jarak dengan penghuni posisi dua, Marc Marquez (Repsol Honda). Keuntungan itulah yang coba dihapus Webb kepada Rossi.

“Anda tidak bisa mendapatkan keuntungan dengan memotong jalan. Rossi mendapatkan keuntungan karena berhasil mendekatkan diri dengan Marquez. Jadi, kami meniadakan keuntungan itu,” kata Webb mengutip dari Crash, Senin (24/4/2017).

“Namun di sisi lain, Rossi meninggalkan jalur tanpa disengaja. Ia memotong jalan karena dipaksa pergi oleh pembalap lain (Zarco). Jika ia sengaja memotong jalan, jelas hukuman lebih berat akan menimpanya. Mengapa Rossi hanya mendapatkan penalti 0,3 detik? Hal itu karena ia telah mengambil keuntungan 0,3 detik saat memotong jalan,” tutupnya.

Beruntung bagi Rossi, hukuman 0,3 detik tidak berarti banyak baginya. Sebab rider berusia 38 tahun itu tetap finis di posisi dua dan untuk sementara menduduki posisi puncak klasemen sementara MotoGP 2017 dengan koleksi 56 poin. Ia unggul enam angka dari Maverick Vinales di posisi dua.
Share:

Sabtu, 22 April 2017

Rashford Bisa Jadi Seperti Lionel Messi

Rashford Bisa Jadi Seperti Lionel Messi
Selebrasi Marcus Rashford setelah mencetak gol 
 
TRIBUNNEWS.COM - Bintang muda Manchester United Marcus Rashford berpotensi menjadi pemain selevel Lionel Messi.

Legenda Manchester United Paul Scholes mengatakan Rashford akan terus berkembang hingga menjadi pemain terbaik di dunia.

Bahkan Rashford mampu mengalahkan potensi yang dimiliki Messi ataupun Neymar.

"Orang-orang seperti Messi dan Neymar punya kemampuan yang hebat, saya pikir Rashford juga memilikinya dan dia bisa jadi bintang dunia," kata Scholes dikutip SuperBall.id dari Giveme Sport, Sabtu (22/4/2017),

Pendapat Scholes ternyata didukung oleh fans Manchester United.

Fans percaya Rashford adalah generasi baru yang bakal bersinar seiring kesempatan yang diberikan.
Kesempatan itu akan datang saat Zlatan Ibrahimovic benar-benar tak bisa dimainkan hingga akhir musim ini.

Saat laga kontra Anderlecht pada leg kedua perempat final Liga Europa di Stadion Old Trafford, Rashford berperan sebagai pahlawan.

Pemain asal Inggris itu memberikan asis untuk gol pertama Manchester United kontra Anderlecht.

Di babak tambahan, Rahsford mencetak gol memukau dan membawa Manchester United ke semi final Liga Europa.
Share:

Ini Janji Polda Aceh Jika Anak Angkat Ronaldo Jadi Bintara

Ini Janji Polda Aceh Jika Anak Angkat Ronaldo Jadi Bintara - JPNN.COM
Martunis dan Crisntaino Ronaldo. Foto: Jawa Pos/JPNN

jpnn.com, ACEH - Martunis membuat kejutan dengan mendaftar Bintara Polri di Polda Aceh. 

Saat ini, anak angkat megabintang Portugal Cristiano Ronaldo itu masih menjalani serangkaian tes. 

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Goenawan mengatakan, pihaknya pasti akan memanfaatkan talenta Martunis jika pemuda yang selamat dari bencaa tsunami Aceh pada 2004 itu lolos seleksi. 

“Nanti kalau lolos bisa masuk Polri kategori talent scouting," kata Goenawan kepada JPNN.com, Sabtu (22/4). 

Pihaknya juga tak menutup peluang bagi Martunis untuk menjadi pemain Bhayangkara FC.

Sebagaimana diketahui, Bhayangkara FC yang berlaga di Go-Jek Traveloka Liga 1 2017 merupakan milik Polri. 

"Kemungkinan itu (masuk Bhayangkara FC) ada. Namun, dia harus lulus tahapan tes," jelas Goenawan. 

Sebelumnya, Martunis sempat berlatih bersama tim akademi Sporting Lisbon. 

Sporting Lisbon merupakan klub pertama Ronaldo sebagai pesepak bola profesional. (mg4/jpnn)
Share:

Jumat, 14 April 2017

Kevin/Marcus Siap Hadapi Ganda Denmark





Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo(badmintonindonesia)

SINGAPURA, Kompas.com - Ganda putera Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon mengaku siap menghadapi ganda Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen di semi final Singapore Open, Sabtu (15/04/2017).

Kevin/Marcus sudah dua kali bertemu ganda Denmark ini dengan hasil saling mengalahkan. “Kami sudah pernah ketemu semua. Jadi kami mau melakukan yang terbaik saja. Usaha terus dan tidak gampang menyerah,” kata Marcus usai pertandingan perempat final, Jumat (14/04/2017).

Kevin/Marcus sukses menekuk ganda Taiwan,  Lee Jhe Huei/Lee Yang dalam dua gim 21-16 21-14. Kemenangan ini sekaligus menambah keunggulan Kevin/Marcus atas Lee/Lee, menjadi 3-2 dalam catatan pertemuannya. Pertemuan terakhir mereka terjadi di French Open 2016. Kevin/Marcus saat itu kalah 21-19, 16-21 dan 14-21.

 “Terakhir di Perancis itu nggak ada angin sama sekali, jadi lebih susah untuk matikan lawan. Di sini kami lebih sabar dan safe mainnya. Pastinya dari awal kami mau in terus dari awal, nggak mau sampai keduluan startnya,” kata Kevin.

Mengenai Boe/Mogensen, Kevin/Marcus memenangi pertemuan  terakhir antara kedua ganda ini. Kevin/marcus menang di China Open, November 2016 dalam dua gim 21-18, 22-20.
Indonesia meloloskan dua wakil di ganda putera serta satu wakil di tunggal putera pada babak semi final Singapore Open Super Series kali ini.
Share:
loading...
Diberdayakan oleh Blogger.
Featured Posts

Most selected posts are waiting for you. Check this out

Stats

Comments

Recent Posts

loading...

Video

Find us on Facebook

LIke Us

Popular Posts

Blog Archive

Featured Post

Mahasiswa Pemasang Poster 'Garudaku Kafir' Menyesali Perbuatannya

Garudaku Kafir TRIBUNEWS.COM, SEMARANG - Rektor Universitas Diponegoro, Yos Johan Utama, memerintahkan Dekan Fisip memproses penempel po...

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support